Finansial Inklusi Melalui Layanan Keuangan Digital Menciptakan Kesenjangan Literasi-Inklusi
Keywords:
Inklusi Keuangan, Layanan Keuangan Digital, Fintech, Literasi Keuangan, IndonesiaAbstract
Penelitian ini menganalisis peran layanan keuangan digital dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia, dengan fokus pada capaian, tantangan, dan strategi pengembangan ke depan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini mengkaji berbagai data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan pelaku industri fintech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 80,51 persen pada 2025, meningkat 5,49 persen dari 75,02 persen pada 2024. Namun, capaian ini menyimpan paradoks: indeks literasi keuangan baru mencapai 66,46 persen, menciptakan kesenjangan literasi-inklusi (literacy-inclusion gap) sebesar 14,05 persen. Layanan keuangan digital termasuk fintech lending, e-wallet, QRIS, dan platform pembayaran digital telah menjadi pendorong utama perluasan akses keuangan, dengan outstanding fintech lending mencapai Rp92,92 triliun per Oktober 2025. Namun, tantangan serius masih dihadapi: kesenjangan geografis dengan konsentrasi pengguna fintech di Pulau Jawa, rendahnya literasi keuangan di sektor nonbank (fintech hanya 12,79 persen), masih adanya 50 juta penduduk tanpa rekening bank, serta maraknya kasus penipuan digital dan pinjaman ilegal. Penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi keuangan digital, perluasan infrastruktur keuangan digital ke daerah 3T, penguatan perlindungan konsumen, serta kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan inklusi keuangan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Downloads
References
ANTARA News. (2025, November 27). Prabowo, Queen Maxima discuss Indonesia's financial inclusion, health. ANTARA News.
ANTARA News. (2025, November 22). LPS: 50 juta penduduk belum punya rekening, dorong literasi keuangan. ANTARA News.
Bisnis.com. (2025, September 7). Inklusi Keuangan RI 52,39%, Tertinggal dari Singapura, Thailand, dan Malaysia. Bisnis.com.
Bisnis.com. (2026, January 12). Sumber Dana Fintech Pinjol Didominasi Perbankan, Sentuh Rp60,79 Triliun per November 2025. Bisnis.com.
Otoritas Jasa Keuangan. (2025). Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025. Jakarta: OJK dan BPS.
Otoritas Jasa Keuangan. (2025). Roadmap Pasar Modal Berkelanjutan Indonesia 2026–2030. Jakarta: OJK.
Otoritas Jasa Keuangan. (2025). POJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Jakarta: OJK.
Otoritas Jasa Keuangan. (2022). POJK Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi. Jakarta: OJK.
Otoritas Jasa Keuangan. (2025). Surat Edaran OJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kategori Lender Profesional dan Non-Profesional. Jakarta: OJK.
Bank Indonesia. (2025). Laporan Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia 2025. Jakarta: Bank Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Eddy Irsan Siregar, Gunawan Santoso, Meilanta Rantina (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
MANTRI: Jurnal Manajemen Teknologi Industri Binamir Cendekia (e-ISSN: 0000-0000) adalah jurnal open-access, yang berarti bahwa pengunjung di seluruh dunia dapat membaca, mengunduh, mengutip, dan mendistribusikan makalah yang diterbitkan dalam jurnal ini. Kami mengadopsi model peer-review, yang menjamin penerbitan cepat dan pengiriman yang mudah. Kami dengan hormat mengundang Anda untuk berkontribusi atau merekomendasikan makalah berkualitas kepada kami. Tesis, disertasi, makalah penelitian, dan ulasan semuanya dapat diterima untuk dipublikasikan.








